Tampilkan postingan dengan label Berita NU. Tampilkan semua postingan

Maulid Nabi Muhammad SAW masih terasa meriah di masyarakat Desa Batu Raden Kecamatan Lubuk Raja. Seperti yang terlihat kemarin (08/11) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Muttaqin Dusun Gotong Royong 2 berlangsung meriah dengan lantunan Sholawat Nabi yang diiringi Grup Hadroh Nur Alawy dan dihadiri Jamaah Nahdliyin, Muslimat dan anak-anak TPA/TPQ Dusun Gotong Royong 2 serta Penceramah KH. Ahmad Subroto Hidayatullah yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mubtadi’in Batumarta I sekaligus Mustasyar PCNU OKU.

Kemeriahan terlihat dari keikhlasan jamaah dalam memberikan infak dan sedekah, baik berupa nasi bungkus, nasi tumpeng, air mineral dan snack yang telah dihidangkan. Semoga keikhlasan berinfak dan sedekah jamaah ini menjadi wasilah dan lantaran diakui dan mendapatkan pertolongan Nabi Muhammad SAW di hari kiamat nanti, tutupnya.

Dalam Sambutannya, Ketua Takmir Masjid Al Muttaqin, H. Bunyamin mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh jamaah yang hadir karna kondisi saat ini yang masih pandemik covid 19, maka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan sederhana dan ala kadarnya. Namun insyaallah tidak akan mengurangi kesemarakan dan kemeriahannya seperti tahun-tahun sebelumnya.


Dalam ceramahnya, Gus Broto (demikian akrab disapa), mengajak seluruh jamaah untuk selalu gembira dan riang dan memperbanyak membaca shalawat dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini. Sebab kegembiraan kita dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, setiap infak dan sedekah yang telah dikeluarkan sama halnya dengan infak sebesar gunung emas. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menciptakan mahabbah kita sebagai umat.

Selanjutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus selalu dilestarikan, karna pada hakikatnya Nabi Muhammad SAW adalah panutan dan suri tauladan seluruh manusia yang ada di dunia. Nur Muhammad lebih dulu diciptakan Allah SWT sebelum adanya para malaikat, langit, bumi dan alam raya ini, tuturnya.

Diakhir ceramah, Gus Broto mengingatkan kepada jamaah yang hadir untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan selalu beribadah. Itulah hakikat penciptaan manusia sebagaimana yang termaktub dalam  Al Qur’an , “Dan Aku tidak men ciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya  beribadah  kepadaku” (QS. Adz Dzariyat:56),  tutupnya.

(Yyn/F-Wtk)

November 07, 2020

Guna melengkapi struktur Organisasi NU dan juga melanjutkan dakwah hingga ke penjuru desa, Kemarin (06/11) Jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sinar Peninjauan menyerahkan SK kepada Pengurus Ranting NU Desa Marga Mulya. Penyerahan SK ini dirangkai dengan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. 




Dalam Sambutannya Rois Syuriah MWC NU Sinar Peninjauan, H. Zainudin berharap kepada Pengurus yang telah menerima SK, untuk selalu ikhlas dalam menjalankan amanah ini. Segala pekerjaan kalau dikerjakan dengan keikhlasan maka akan mudah, tuturnya.



Pengurus NU harus siap lahir batin mengurusi NU bukan malah jadi "urusan" bagi pengurus. Menjadi pengurus NU berarti telah berkhidmat kepada Islam. Tentu dengan tidak mempermasalahkan dimana posisi kita berada. Intinya khidmat kita ini insya Allah akan menjadikan kita diakui sebagai Santri dari KH. Hasyim Asy'ari, tegasnya.


Zainudin juga mengajak kepada Pengurus NU dan Jamaah yang hadir, untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan dakwah. Mohon kepada pengurus yang baru untuk selalu menjalin komunikasi dengan MWC NU Sinar Peninjauan. Termasuk dalam Program KOIN NU yang telah dilaunching beberapa hari yang lalu, tutupnya.   


Kontributor: Adi Sucipto
editor: Yoyon M Asfai

November 03, 2020

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) meluncurkan program (Kotak Infak) KOIN NU, Ahad (01/11). Bertempat di Lapangan Blok H Desa Persiapan Sinar Bhakti. Peluncuran program ini dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H dengan Penceramah KH. Bashori dari Lampung.

Kegiatan ini  dihadiri oleh seluruh pengurus baik Tanfidziyah maupun Syuriyah MWC NU Sinar Peninjauan dan seluruh Ranting se-Sinar Peninjauan, Pengurus LBM, Jatman, Muslimat NU, Ansor-Banser, Fatayat  dan Jamaah Sholawat. 

Ketua MWC NU, Kyai Ahmad Sofari dalam sammbutannya menyampaikan bahwa sudah saatnya Nahdlatul Ulama khususnya yang ada di Kecamatan Sinar Peninjauan  menjadi solusi bagi masyarakat, terutama dalam kemandirian ekonomi.

Untuk itulah Program Koin NU ini kita luncurkan, harapannya semoga dengan ikhtiyar ini, baik Jamaah maupun Jam'iyah NU semakin jaya dan mandiri ekonominya, tuturnya. 

Sofari juga mengajak kepada seluruh Pengurus Ranting yang telah menerima SK, untuk berlomba-lomba dalam kebaikan terutama membesarkan Jam'iyah NU di Sinar Peninjauan dengan Koin NU ini. Karena KOIN NU ini dari NU, oleh NU dan untuk NU pula, tutupnya.




Musabaqoh Qira’atul Kutub (MQK) tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel diikuti oleh seluruh Kabupaten Kota lingkup Sumatera Selatan bertempat di Pondok Pesantren Hidayatul Fudhola, Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin dari tanggal 30-31 Oktober 2020.

Peserta MQK dari Batumarta

MQK dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru (31/10/20) dan dihadiri unsur Muspida, dan Pengurus PCNU Kabupaten/Kota se-Sumsel.

Sebagaimana kita ketahui, Musabaqah Qira'atul Kutub (MQK) yang digelar ini merupakan  ajang olimpiade untuk para santri dari pondok pesantren di wilayah Sumatera Selatan. Dalam  MQK, masing-masing santri menunjukkan kemampuannya dalam membaca teks kitab kuning sebagai khasanah klasik yang  menjadi rujukan umat Islam. 

Adapun aspek penilaiannya, selain membaca dan memahaminya, para santri juga harus mengartikulasikan lagi dan mejelaskannya di depan dewan hakim.

Pada kesempatan terpisah, Official Santri OKU, Gus Broto mengungkapkan, sesuai yang tercantum dalam rekomendasi PCNU OKU, MQK kali ini Kabupaten OKU mengirimkan 12 santri sebagai peserta dan 2 orang official.

Menurut dia, digelarnya MQK juga sebagai ajang untuk memasyarakat kitab kuning ke dunia luas, khususya masyarakat umum bahwa kitab kuning merupakan khasanah keilmuan yang luar biasa yang harus dijaga dan pelihara.

Apalagi, lanjut dia, kitab kuning hakekatnya merupakan rujukan utama sejak dulu dalam memahami Alquran dan hadist.

Alhamdulillah diluar dugaan santri-santri dari OKU tidak kalah bersaing dengan Kabupaten lain. Buktinya utusan kita masih mendapatkan juara di cabang Kitab Al Jurumiyah. Yakni atas nama M. Afriyansyah sebagai Juara satu dalam kategori Putra pada cabang Kitab Al Jurumiyah. Sedangkan Diva Apriliyani keluar sebagai Juara dua kategori Putri pada cabang kitab Al Jurumiyah juga, tutupnya.

Kontributor: Yyn
Editor: F-Wtk

Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Al-Falah mencapai puncak paripurna diiringi lantunan Doa dan Istighosah Kubro, Kamis malam (22/10/2020) yang langsung di pimpin oleh KH. Syairudin.


Berkah gerimis mengiringi jalannya acara yang dimulai pukul 20:00 WIB, dihadiri oleh Jajaran Pengurus Cabang NU Kabupaten OKU, diamankan oleh personil Banser, dimeriahkan oleh kehadiran seluruh Santriwan Santriwati dan diramaikan oleh kehadiran warga setempat.

Kiayi Syafaat Ariful Huda selaku Mustasyar PC NU Kabupaten OKU memberikan pemaparan singkat mengenai apa yang menjadi ciri khas dari warga Nahdliyin melalui Pondok Pesantren.

"NU dibangun dan digerakkan oleh Pondok Pesantren yang melahirkan Jamiyah Nahdlatul Ulama, beberapa ciri khasnya yaitu pembacaan Sholawat, Al-barzanji, Manaqib, yang menjadikan Syari'at hanya jamiyah NU. Amalan Syar'i dan Sunnah tolong diamalkan dan pertahankan, karena ini tuntunan para ulama kita, dan kesemuanya bisa ditempuh dalam pendidikan yang sah, diajarkan oleh para kiayi-kiayi kita dan guru-guru kita. Pertahankan dan ikuti jejak para ulama agar selamat dunia akhirat.", pungkasnya (22/10/2020).

Selanjutnya KH. Softwan Syihab selaku Rais Syuriyah PC NU Kabupaten OKU juga menyampikan dan menekankan bahwa adanya perbedaan yang sangat mendasar antara sekolah umum dan pondok pesantren.

"Ilmu pesantren itu beda dengan sekolah formal, salah satu keunggulan ilmu pesantren menitik beratkan pada pembelajaran Adab (tata krama). Sehingga jangan cuma lulus Aliyah, teruskan ngajinya supaya ilmu tidak setengah matang, ibaratkan Ubi rebus dimasak setengah matang, dimakan bikin kembung tidak dimakan jadi sia-sia." ucapnya (22/10/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Sularno selaku Kepala Desa Lekis Rejo juga menyampaikan bahwa pentingnya peran pondok pesantren bagi keberlangsungan NKRI.


"Peran pesantren sangat besar dalam pembangunan NKRI, Jangan hanya pamit mondok, orang tua kalian mengharapkan kalian jadi anak yang sholeh dan sholehah. semoga kita semua dihindarkan dari virus corona, semoga kita semua diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah SWT.", pungkasnya (22/10/2020).

Berlangsungnya acara ini tak lepas dari peran serta seluruh Panitia dan Majelis Ngopi Aswaja, sebagai simbolis wujud takdim kepada para Kiayi, Majelis Ngopi Aswaja yang diwakili oleh Saudara Suyitno memberikan Cinderamata kepada KH. Syairudin.


Akhir acara, pantia pelaksana telah menyiapkan hidangan yang menjadi khas pondok pesantren Al-Falah yaitu "SOP Daging Kambing", seluruh peserta dipersilahkan makan bersama dalam keharmonisan dan kehangatan warga Nahdliyin ternaungi kibaran bendera Nahdlatul Ulama.

Selamat Hari Santri Nasional, Santri Sehat Indonesia Kuat.

(F-Wtk)  

22 Oktober menjadi hari yang berbahagia bagi seluruh Santri di Indonesia, pasalnya pada tanggal ini merupakan momentum bangkitnya gerakan dan semangat pemuda yang dipelopori oleh para santri dan ulama.

Hari Santri Nasional telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 pada 15 Oktober 2015, ini merupakan supremasi perjuangan para santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hal ini menjadi dasar terlaksananya Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Lekis Rejo, langsung di pimpin oleh KH. Syairudin selaku Pimpinan Pondok Pesantren.


Peserta upacara yang terbatas tidak menjadikan hilangnya hikmat dalam acara tersebut, keterbatasan peserta ini dikarenakan belum stabilnya situasi dan kondisi akibat pandemi Corona beberapa bulan terakhir ini.

Setidaknya hadir secara lengkap dan mewakili, mulai dari jajaran Pengurus Cabang NU Kabupaten OKU, Pengurus MWC NU Lubuk Raja, jajaran Personil Pimpinan Cabang GP. Ansor, Banser, Pagar Nusa NU dan seluruh Santri pondok Pesantren Al-Falah.

Dalam pelaksanan upacara tersebut seluruh peserta telah mematuhi Prosedur Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah.


Dalam kesempatannya KH. Syairudin menyampikan pesan motivasi kepada seluruh peserta upacara bahwa tetap semangat menjadi santri karena hampir seluruh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia adalah Santri dan Ulama.

"Tetap semangat menjadi santri, karena semangat para santri lah yang menjadi pemicu semangat mempertahankan kemerdekaan 10 November 1945 lewat Momen pencetusan Fatwa Resolusi Jihad NU oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945." Tegasnya (22/10/2020).

Beliau juga menyampaikan bahwa hampir seluruh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia adalah Santri dan Ulama, sehingga hal ini patut untuk diteladani sebagai motivasi kebangkitan semangat para santri untuk lebih optimis dalam mengisi kemerdekaan.

"2/3 Pejuang kemerdekaan adalah Santri, maka dari itu Santri harus Sehat Jiwa dan Raga, karena jika Santri Sehat Indonesia Kuat", pungkasnya.


Santri adalah masa depan Bangsa, harapan Bangsa, semangat para Santri dalam mengisi kemerdekaan ini akan merubah kondisi Indonesia menjadi Indonesia yang lebih baik lagi dimasa sekarang dan masa mendatang.

Selamat Hari Santri, Santri Sehat Indonesia Kuat!

Kontributor: Ali .M
Editor: F-Wtk

Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi sosial keagamaan yang beraqidah Islam sesuai paham Ahlusunnah wal Jama'ah (Aswaja). Dalam bidang aqidah, NU mengikuti madzhab Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Iman Abu Mansur al-Maturidi. Di bidang fiqh mengikuti salah satu dari madzhab empat yaitu: Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Di bidang tasawuf mengikuti madzhab Imam al-Junaidi al-Bagdadi dan Imam Abu Hamid al-Ghazali.

Paham Aswaja itulah yang senantiasa dipertahankan, dilestarikan, dikembangkan serta diamalkan oleh segenap warga Nahdliyin. Paham tersebut dikenal sebagai Aswaja an-Nahdliyah. Setiap warga Nahdliyin harus mengerti dengan baik paham Aswaja an-Nahdliyah. Agar segenap perikehidupan warga Nahdliyin mencerminkan karakter tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh. Yaitu karakter muslim kamil yang mampu tampil sebagai pengejawantahan kasih sayang bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin). Untuk itu, upaya penguatan paham Aswaja an-Nahdliyah kepada warga Nahdliyin menjadi strategis dilakukan secara berkesinambungan. 

Pembinaan organisasi dan penguatan paham Aswaja an-Nahdliyah itu disampaikan oleh Katib Syuriah PCNU OKU; Mukti Riadi, SST, SSi, SE, M.Si, dalam pengajian rutin Muslimat NU yang diselenggarakan di Masjid Al-Falah Desa Batu Raden, Lubuk Raja (Minggu, 18/10/2020).


Dalam kesempatan pengajian yang dihadiri lebih dari 200 jamaah itu, Mukti menegaskan: “Tugas utama pengurus adalah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah. Pengurus jangan minta dilayani. Namun, layanilah jamaah agar suara kita didengar. Ajakan kita diikuti. Semua kita, jangan pernah berhenti belajar. Karena tantangan kehidupan dan organisasi Muslimat NU ke depan semakin dinamis. Besarkan Muslimat NU ini dengan melipatgandakan kemanfaatannya di tengah-tengah masyarakat”.

Mukti juga menjelaskan bahwa Muslimat NU sebagai badan otonom NU memiliki tanggung jawab dalam mempertahankan dan menyebarluaskan paham Aswaja an-Nahdliyah di masyarakat. Dalam berhukum paham Aswaja an-Nahdliyah bersumber pada Al-Qur’an, al-Hadits, Qiyas dan Ijtima’ ulama. Hal itu melekat langsung pada setiap kata dalam istilah Ahlisunnah wal Jamaah yang terdiri dari tiga suku kata. 

Dikatakan oleh Mukti; “Kata ahlun dapat diartikan dengan keluarga, ahli atau pengikut. Kata sunnah merujuk pada pengertian semua perbuatan, perkataan maupun ketetapan Rasulullah SAW. Kata wal Jamaah mengandung makna kumpulan orang-orang yang memiliki kesetiaan dan tujuan yang sama. Yakni hanya bertujuan menggapai redlo Allah SWT dalam panji Islam. Adapun yang dimaksud wal Jamaah adalah para pengikut setia Rasulullah SAW mulai para khulafaur rosyidin, sahabat, tabiin, tabiit tabiin dan para ulama yang hanif. Maka, dengan mengikuti paham Aswaja berarti kita menjadi pengikut setia sekaligus pembela ajaran Rasulullah SAW hingga yaumil akhir kelak”.


Dalam hal pengelolaan organisasi, Mukti menekankan pentingnya pembinaan dan kaderisasi. Jajaran pengurus Muslimat NU harus proaktif membentuk struktur kepengurusan hingga ke bawah, yaitu Pimpinan Wakil Cabang, Pimpinan Ranting dan bila memungkinkan Pimpinan Anak Ranting. 

Dengan demikian gerak organisasi semakin luas dan memiliki struktur serta jejaring yang handal. Kata kunci keberhasilan berorganisasi manakala semua pengurus dan anggota memiliki tujuan yang sama. Tidak bergerak dan bertindak untuk dan atas nama kepentingan pribadi. 

“Pengurus harus memahami 6M agar sukses berorganisasi, yakni men (Sumberdaya manusia yang komit, jujur dan handal), money (pengelolaan dana/anggaran yang bertanggung jawab), method (strategi pencapaian tujuan), material (sarana-prasarana pendukung), minute (target waktu yang relevan) dan market (karakter jamaah yang dilayani). Inventarisasi semua potensi yang dimiliki. Jawab semua permasalahan dan tantangan secara terukur dan terstruktur”, seru Mukti.


Dalam kesempatan tersebut, Mukti sempat mengajukan pertanyaan: “Taukah ibu-ibu mengapa NU menggunakan lambang Bintang Sembilan?” Tanpa menunggu jawaban jamaah, Mukti pun menjelaskan: “Ada dua makna. Makna pertama, lima bintang di bagian atas melambangkan Rasulullah (bintang paling besar) dan 4 sahabatnya (Saidina Abu Bakar bin Shidiq RA, Saidina Umar bin Khotob RA, Saidina Ustman bin Affan RA dan Saidina Ali bin Abi Thalib RA). Sementara 4 bintang di bagian bawah melambangkan 4 Imam Madzab (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali). Makna kedua, kesembilan bintang tersebut melambangkan wali sanga sebagai pembawa Islam pertama ke bumi Nusantara”. Wallahu a’lam.

Diharapkan seluruh kader pengurus NU di Kabupaten OKU mampu memahami tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan roda organisasi, sehingga kiprah NU bisa lebih dirasakan oleh masyarakat yang mayoritas penganut Aswaja.

Lamanya berorganisasi tidak akan menjadi penentu majunya sebuah organisasi tersebut apabila dasar pemikiran dan kaidah-kaidah serta tupoksinya tidak dipahami dan dilaksanakan secara nyata.

Editor: F-Wtk

Dikutip dari buku 'Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren' karya Abdulloh Hamid M.Pd, resolusi jihad tersebut menggerakkan santri, pemuda, dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.


Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari Santri Nasional. Peringatan ini menjadi hal yang penting karena tujuannya untuk mengingatkan masyarakat tentang resolusi jihad KH Hasyim Asyari.

Latar Belakang Peringatan Hari Santri Nasional

Peringatan ini mengisahkan Hasyim Asyari yang kala itu menjabat sebagai Rais Akbar PBNU memutuskan untuk melakukan resolusi jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur. Keputusan itu ditetapkan setelah mendengar tentara Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng sekutu.

Para santri pun meminta kepada pemerintah supaya menentukan sikap dan tindakan agar tidak membahayakan kemerdekaan serta agama. Pasalnya, perbuatan Belanda dan Jepang kepada Indonesia dianggap sebagai perilaku zalim bagi NU.

Sejak menyerukan resolusi jihad tersebut, para santri dan rakyat pun melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya. Pimpinan Sekutu Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby pun tewas dalam pertempuran.

Hari Santri Nasional pun dituangkan ke dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali mengingat perjuangan dan meneladankan semangat jihad para santri yang digelorakan para ulama.

Lirik Lagu Hari Santri

22 Oktober 45 - Resolusi jihad panggilan jiwa
Santri dan ulama tetap setia
Berkorban pertahankan indonesia

Saat ini kita telah merdeka
Mari teruskan perjuangan ulama
Berperan aktif dengan dasar pancasila
Nusantara tanggung jawab kita

Reff:

Hari santri hari santri hari santri
Hari santri bukti cinta pada negeri
Ridho dan rahmat dari ilahi
Nkri harga mati

Ayo santri ayo santri ayo santri
Ayo ngaji dan patuh pada kyai
Jayalah bangsa, jaya negara
Jayalah pesantren kita

Mari bersiap kita berangkat
Ke pesantren dengan penuh semangat
Raih cita cita luruskan niat
Mengabdi tuk kemaslahatan umat

Back to reff

***

Jayalah bangsa negara
Jayalah indonesia
Jayalah indonesia

Selamat Hari Santri Nasional 2020!

Dilansir dari laman situs Batumarta Update, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) telah menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di halaman Masjid Al Falah Desa Batu Raden Kecamatan Lubuk Raja, Minggu Pagi (11/10/2020).


Ditempat yang sama Ketua PSNU Pagar Nusa Kecamatan Lubuk Raja, yang biasa disapa dengan Bang Togar, menyampaikan bahwa

UKT kali ini diikuti 25 santri PSNU se-Lubuk Raja, dan dibuka langsung dibuka oleh Rais Syuriah PCNU OKU yakni KH. Sofwan Syihab.

Dalam sambutannya Rais Syuriah PCNU OKU yang akrab dipanggil Abah Sofwan berpesan agar peserta UKT tetap semangat dan ikhlas manjalani seluruh proses.

“Ikhlas jalani seluruh proses. Insyallah akan membawa berkah untuk kita semua,” ujar Abah Sofwan.

Abah Sofwan menekankan bahwa PSNU adalah benteng NKRI, sudah semestinya harus ditanamkan dalam setiap santri Pagar Nusa bahwa NKRI adalah harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar.

“Kita adalah benteng NKRI, Siapa yang mengganggu NKRI dan Ulama NU maka kita harus menjadi garda terdepan,” Tegasnya.

Tak hanya itu, Abah Sofwan juga menambahkan sudah saatnya santri PSNU wajib mencintai Negara Indonesia ini dengan cara menjaga keutuhan NKRI dari mereka yang ingin mengganggu dan merusak NKRI.

Secara terpisah Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lubuk Raja, Yoyon Asfai, juga menyambut baik kegiatan UKT ini dan tentunya kedepan akan ada beberapa hal terkait dengan program Ansor Lubuk Raja yang tentunya kedepan bisa di sinergikan dengan seluruh anggota PSNU.

“Ansor dan Banser selalu siap mendukung dan mensukseskan acara Pagar Nusa di Lubuk Raja, untuk itu jangan segan-segan untuk selalu konsultasi dan koordinasi dengan kami. Karna bagi kami, PSNU adalah Saudara Kandung Ansor”. Pungkasnya.

Berkibarnya bendera dan Ruh NU di wilayah Kabupaten OKU merupakan sebuah titik balik yang efektif dalam realisasi visi dan misi organisasi NU.

Pengembangan struktur dan kepengurusan Organisasi baik Banom maupun Lembaga NU di Kabupaten OKU saat ini telah dimulai dari akar rumpun, diharapkan mampu menjadi penyokong semangat bagi kader-kader NU yang telah berjuang terlebih dahulu dalam naungan Bendera NU, inilah generasi muda NU, bibit-bibit Kader pilihan yang diharapkan kedepan mampu menjadi generasi penerus dalam upaya mengemban dan melaksanakan visi dan misi organisasi NU secara umum.

Kontributor: Yyn
Editor: F-Wtk
Source: Batumarta Update

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, Allah SWT telah memanggil setidaknya 83 Ulama Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah di Indonesia, semoga para Ulama kita diampuni segala doosanya diterima seluruh amal perbuatannya dan di jauhkan dari azab siksa neraka.


Berikut daftar Ulama NU yang wafat selama tahun 2020:

  1. KH Sholahuddin Wahid/Gus Sholah. 2 Feb 2020 di Jakarta.
  2. KH Ahmad Bagja. 6 Feb 2020 di Jakarta.
  3. KH Ahmad Habibulloh Zaini. 10 Feb 2020. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri,  wafat di Surabaya.
  4. KH Ghozalie Masroeri. Ketua LFPBNU. 19 Feb 2020 di Bintaro.
  5. Kyai Ayip Abbas. 7 Maret 2020 di Cirebon.
  6. H. Muhammad Umar Fauzi (Gus Uzi), Putra Kiai Abdul Muid, Ponpes Al Muayyad Solo, 13 Maret 2020.
  7. KHM. Basori Alwi. Pengasuh PIQ Singosari Malang. Senin, 23 Maret 2020.
  8. Guru Zuhdi atau KH Ahmad Zuhdiannor. Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sabtu, 2 Mei 2020. 
  9. Guru Husni Zam Zam asal Barabai (165 kilometer utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel. Sabtu, 2 Mei 2020.
  10. KH Masyhudi Muhtar (a’awan Syuriyah PWNU Jatim) wafat  Juni 2020.
  11. Kiai Sahlan M. Noor Pengasuh Pondok Pesantren Mubtaghal Mujtahidin Sedan, Rembang. Juni 2020.
  12. Gus H Wahid Mahfudz , Wakil Sekretaris  PW NU Jatim. Beliau wafat pada (27 Juni 2020).
  13. KH Farihin Muhsan (Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim) asal Singosari Malang. Yang meninggal pada (29 Juni 2020). 
  14. KH Ahmad Zaki Hadziq / Gus Zaki / Cucu Mbah Hasyim. 1 Juli 2020 di Tebuireng.
  15. KH Abdul Wahid Ghozali (Gus Wahid Arema).  4 Juli 2020. Pondok Pesantren As Salam Singosari. Wafat di Malang.
  16. KH. Sohibul Kahfi, PP Miftahul Huda, Gading Malang, wafat tanggal 14 Juli 2020.
  17. KH. Majid Kamil Bin KH. Maimoen Zubair. 13 Juli 2020. Sarang.
  18. KH Mundzir Tamam bin KH Maisin. 25 Juli 2020. Jakarta.
  19. KH Chaizul Ma'ali. Pondok Pesantren Misykatul Anwar Sedan, Rembang. 26 Juli 2020.
  20. KH. Mohammad Ma'mun Chotib. 29 Juli 2020 di Jakarta.
  21. Mama KH. Showi Dimyati. 31 Juli 2020. Bakom, Bojokerta Kec Bogor Selatan.
  22. KH. Ade Syamsudin Pengasuh PP. Al-Hikmah Tamanjaya Gununghalu, Pengurus Jam'iyah Ahlitthoriqoh Al-Mu'tabaroh Annahdliyah (JATMAN) Idaroh Syu'biyah Bandung Barat. Juli 2020.
  23. KH Hasyim Wahid / Adik Gus Dur. 1 Ags 2020 di Jakarta.
  24. KH. Subhan Syibromulis Kholili (Yai Sib). Pengasuh Ponpes Canga'an Bangil. Ahad, 02 Agustus 2020 M / 12 Dzulhijjah 1441 H.
  25. Abah Cipulus (KH. Adang Badruddin). Pengasuh PP Al Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Purwakarta. 3 Agustus 2020.
  26. KH. Hasyim Asy'ari Tegalarum Kuden, Klaten. 7 Agustus 2020.
  27. Gus Robah Ubab MZ. 12 Agustus 2020. Sarang, Rembang.
  28. KH. Abdurrahman Syamsyuri. 12 Ags 2020. Mejobo, Kudus.
  29. KH. A. Roziqin (Cak Wiji Basuki) Banyuwangi, Jawa Timur. Senin, 17 Agustus 2020.
  30. KH. Alwi Hussein (Ketua IPIM Prov Kep. Riau). Senin, 17 Agustus 2020. 
  31. KH Muhammad Idrus Makkawaru. Gowa, Selasa, 18 Agustus 2020.
  32. KH. Tamhid Tirmidzi (PP Tahfidzul Quran) Bangkalan. Selasa, 18 Agustus 2020.
  33. KH. A. Hariri ( Guru Madrasatuk Qur'an Tebuireng Jombang). 
  34. Kyai Nurul Huda bin KH Ridwan. Kebonsari, Garum, Blitar, Jatim. Sabtu, 22 Ags 2020.
  35. KH.MUDHAKIR SHOLEH BIN SHOLEH. Kab. Penajam Paser Utara KALTIM. Selasa, 25 Ags 2020.
  36. KHR. Umar Daud Abdul Hakim (Mama Dudu). Pondok Pesantren Riyaadhunnahwi wasshorfi Annajaat Sumursari, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Selasa (25/8) sekitar pukul 14. 30.
  37. K.H. Ahmad Hasanudin Musytasar RINU Rawa Baru Indah (Rawapanjang Bojongbaru Bojonggede) Jum'at, 28 Agustus 2020, jam 14.00 WIB. 
  38. KH. Abdullah, Pendiri dan Pengasuh PPAI Al-Aziz, Dampit, Malang. Minggu, 30 Ags 2020.
  39. KH . Ahmad Sya'roni Tegallega Kota Bogor. Minggu, 30 Ags 2020.
  40. KH Moh. Hasan Abdel Bar, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong,  Probolinggo. Minggu (30/8/2020).
  41. KH. Chimayatulloh Al-Fatich, 
  42. Ribath Ghozali Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 31 Agustus 2020.
  43. KH Husen Ali. Pondok  Pesantren Tachfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Hasan, Jl.Parang Menang, Patihan Wetan, Ponorogo. 3 September 2020.
  44. KH Akhyaruddin Ya'qub al-Hamil. Desa Kedung Lèpèr, Bangsri, Jepara. 5 September 2020.
  45. KH. Hadziq Mahbub. PP Al Muhlisin Ciseeng. 5 September 2020.
  46. KH. Abdul Aziz, SE bin KH. Muhammad Sirodj. PP Al Quran Cijantung Ciamis. 5  September 2020. 
  47. KH M Khoirun Dolopo Madiun. 6 September 2020.
  48. KH. Muhtadi. PP Darussalam Katimoho Kedamean Gresik. 6 September 2020.
  49. KH. Nasrudin Tarsyudi, SH. Ketua PCNU Brebes. 7 September 2020.
  50. KH. Manshur Sholih. Pengasuh PP Al Falah Putri Kepel. 8 September 2020.
  51. KH. Tarnadi Abu Sukma Jati. Mursyid TQN Indramayu. 8 September 2020.
  52. KH. Ahmad Dimyati. Kepanjen, Malang. 8 September 2020.
  53. KH. Basuni bin KH Ahmad Zamahsyari, Pengasuh Pondok Pesantren  Ar-Rifai'e 1, Ketawang, Gondanglegi Malang. Jumat, 11 September 2020 pukul 07.30 WIB. 
  54. Nyai Hj. Fathimah binti KH. Makhlul (Ibunda Gus M. Nuruzzaman/KaDensus 99 Banser. Jumat, 11 September 2020.
  55. KH. Burhan Jamil. PP Raudhatul Mujawwidin Rimbo Bujang Tebo Jambi. Sabtu, 12 September 2020.
  56. Dr. KH. Chariri Shofa, M.Ag. PP Darussalam Dukuhwaluh Banyumas. Sabtu, 12 September 2020.
  57. KH. Abdul Kholiq Ridlwan. PP Putri Al Ihsan Lirboyo. Senin, 14 September 2020.
  58. KH. R. Mu'tiqun Asnawi. PP Al Anwar Jawar, Mojotengah, Wonosobo. Senin, 14 September 2020.
  59. KH. Anwar Isa bin H. Muhammad Isa. Rois Syuriah PWNU Kalteng. Rabu, 16 September 2020.
  60. KH. Mudassir. PP Sabilussaasah, Jatilawang, Banyumas. Jumat, 18 September 2020.
  61. Nyai Hj. Nur Ishmah binti KH. Abdullah Salam. Pengasuh PP Yanbu'ul Qur'an Kudus. Jumat, 18 September 2020.
  62. K. Syamsul Ghozi bin KH. Asrori. PP Al Islah Pakuncen, Tegal. Ahad, 20 September 2020.
  63. KH. Habib Masduqi Alawy. Ketua RMI Sragen. Ahad, 20 September 2020.
  64. KH. Robbah Ma'shum. PP Ihyaul Ulum, Gresik. Selasa, 22 September 2020.
  65. KH Achfas Zen. Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat Blitar. Rabu 23 September 2020.
  66. KH. Adin. PP Minhajul Karomah Cibeunteur Banjar. Kamis, 24 September 2020.
  67. Habib Husain Almutohar, Pengasuh Majelis Al-Alawiyyah Kota Banjar. Sabtu, 26 September 2020.
  68. KH. Habib Ahmad (Qori Shahih Bukhari Muslim Tebu Ireng). Sabtu, 26 September 2020. 
  69. KH. Amin Husaini Zen Pimpinan Dayah Insan Qurani dan Ketua JQH NU Banda Aceh. Minggu, 27 September 2020.
  70. KH. Ali Maksum. Pembina Pagar Nusa Denanyar. (Info tanggal belum ada).
  71. KHR. Maslah Asy'ari. PP. Al Asy'ari Demesan, Tempuran, Magelang. Senin, 28 September 2020.
  72. KH. M. Khudri Hasbullah, MM.  Ketua yayasan Darul 'Izzah Jepara. Selasa, 29 September 2020.
  73. KH. M. Amin, S.Ag. PPTQ Al Mubarok Kudus. Rabu, 30 September 2020.
  74. Dr. Kyai Abdul Jalal, M.Ag. Ketua Asosiasi Ma'had Aly Indonesia. Kamis, 01 Oktober 2020.
  75. KH. Muhammad Masroni. PP Sunan Gunung Jati Ba'alawy Ungaran. Jumat, 2 Oktober 2020.
  76. KH. Maman Suparman (Abah Ciherang). Senin, 5 Oktober 2020.
  77. KH. Moh. Rozi Al Amiri Mannan. PP Nurul Jadid Paiton. Rabu, 7 Oktober 2020.
  78. KH. Moh. Faruq. PP Al Bisri Denanyar Jombang. Minggu, 11 Oktober 2020.
  79. Romo KH. ASYROFUL ANAM. KATIB SYURIAH PC NU KABUPATEN Ngawi. Minggu, 11 Oktober 2020.
  80. KH. Athourrohman Hisyam. PP Attaujieh El Islamiy. Rabu, 14 Oktober 2020.
  81. KH. Fuad Mun'im Djazuli. PP. Al Falah Ploso Kediri. Sabtu, 17 Oktober 2020.
  82. KH.Mohammad Hasan Saiful Islam. PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Sabtu, 17 Oktober 2020.
  83. KH. Imam Suhrowardi. PP Tanwirul Qulub Karanggeneng, Lamongan. Sabtu, 17 Oktober 2020.

‏اللهم اغفر لهم وارحمهم وعافهم واعف عنهم وأكرم نزلهم واغسلهم بالماء والثلج والبرد ونقهم من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس

اللھم أظلهم تحت ظل عرشك

يوم لاظل إلاظلك

اللھم طيب ثراهم وأكرم مثواهم وأجعل الجنة مستقرهم ومأواهم

وأجعل قبورهم نوراً وضياء

Diberdayakan oleh Blogger.